Seperti biasa selesai sholat para jama'ah saling berjabat tangan kepada saudara mereka yang berada didekatnya. Tapi ternyata diantara para jama'ah tampak seorang
ikhwan yang sepertinya enggan sekali membalas jabat tangan dari saudaranya. Hal ini terlihat jelas dari pandangannya yang sama sekali tanpa ekspresi senyum kepada saudara
ikhwan lainnya bahkan tak memandang kearah saudaranya, selain itu ia tampaknya malas sekali mengangkat tangan untuk membalas jabat tangan tersebut. Hal itu seringkali gwe lihat. Gwe merasa aneh melihat tingkah laku
ikhwan yang satu ini, padahal orang yang lebih tua saja mau mengangkat tangan untuk membalas jabat tangan dari orang yang lebih muda darinya. Entah apa karena dia terlalu serius berdzikir atau dia merasa terganggu dzikirnya dengan hal tersebut. Apa sih sulitnya membalas jabat tangan tersebut sambil berdzikir, padahal
Allah SWT memperbolehkan bahkan memerintahkan kita untuk terus berdzikir meski kita sedang bekerja, berjalan ataupun melakukan aktifitas lainnya.
Gwe jadi sedikit bertanya didalam hati
,"sebenarnya dia paham atau tidak tujuan dari sholat berjama'ah itu?". Mungkin sebagian dari kita mengetahui kalau sholat berjama'ah itu lebih baik dari sholat sendiri karena memiliki nilai pahala yang lebih berlipat dari sholat sendiri, tapi tahukah kita mengapa sholat berjama'ah itu memiliki keutamaan tersendiri?. Sebenarnya sholat berjama'ah memiliki tujuaan utama yaitu agar kaum muslimin saling mengenal dengan saudara dilingkungan kehidupan mereka, sehingga dengan demikian terjadi ikatan kuat diantara sesama muslim, bukankah
Rosulullah SAW menyuruh kita mengenal saudara kita 40 rumah disamping kiri-kanan kita, dan 40 rumah didepan dan dibelakang rumah kita. Kalau sikap kita seperti
ikhwan tersebut bagaimana bisa terwujud sebuah ikatan silahturahim yang kuat diantara sesama muslim, wong selasai sholat kita saling acuh. Diakhir sholat juga kita selalu mengucapkan salam ke kiri dan ke kanan yang berarti kita mendo'akan seluruh saudara kita yang berada di sebelah kanan dan kiri kita. Tetapi untuk apa itu kita lakukan kalau setelahnya kita acuh pada saudara disekitar kita. Sama hal jika kita memberikan sesuatu tetapi setelah itu kita acuhkan dia, saat ia mengucapkan terima kasih kita tak menghiraukannya dan bersikap cuek,tentunya pemberian itu tak lagi berharga bahkan sia-sia.
NB:
Yaaa.... semoga saja apa yang gwe lihat dan yang ada difikiran gwe hanyalah kebutaan diri gwe tentang
ikhwan tersebut.