Home

السلم عليكم ورحمةالله وبركة { selamat datang di home page ku semoga kita semua dalam lindungan allah swt } السلم عليكم ورحمةالله وبركة



memandang dunia dari sisi lain: September 2004

Saturday, September 25, 2004

???????????

Malem ini gwe ditemeni 3 cewe cantik di warnet,katanya sich mereka mo belajar main internet. Tapi mereka bukannya belajar internet malah dengerin musik. "Gue jadi bingung !apa lagi yang namamya ina dari tadi ngeluh mulu". Oh......yaa....yang tadi nulis tuch namanya rani, die tuh my............,???????????!!!!!!!!!!!!!!!

Wednesday, September 22, 2004

sholat berjama'ah

Seperti biasa selesai sholat para jama'ah saling berjabat tangan kepada saudara mereka yang berada didekatnya. Tapi ternyata diantara para jama'ah tampak seorang ikhwan yang sepertinya enggan sekali membalas jabat tangan dari saudaranya. Hal ini terlihat jelas dari pandangannya yang sama sekali tanpa ekspresi senyum kepada saudara ikhwan lainnya bahkan tak memandang kearah saudaranya, selain itu ia tampaknya malas sekali mengangkat tangan untuk membalas jabat tangan tersebut. Hal itu seringkali gwe lihat. Gwe merasa aneh melihat tingkah laku ikhwan yang satu ini, padahal orang yang lebih tua saja mau mengangkat tangan untuk membalas jabat tangan dari orang yang lebih muda darinya. Entah apa karena dia terlalu serius berdzikir atau dia merasa terganggu dzikirnya dengan hal tersebut. Apa sih sulitnya membalas jabat tangan tersebut sambil berdzikir, padahal Allah SWT memperbolehkan bahkan memerintahkan kita untuk terus berdzikir meski kita sedang bekerja, berjalan ataupun melakukan aktifitas lainnya.

Gwe jadi sedikit bertanya didalam hati,"sebenarnya dia paham atau tidak tujuan dari sholat berjama'ah itu?". Mungkin sebagian dari kita mengetahui kalau sholat berjama'ah itu lebih baik dari sholat sendiri karena memiliki nilai pahala yang lebih berlipat dari sholat sendiri, tapi tahukah kita mengapa sholat berjama'ah itu memiliki keutamaan tersendiri?. Sebenarnya sholat berjama'ah memiliki tujuaan utama yaitu agar kaum muslimin saling mengenal dengan saudara dilingkungan kehidupan mereka, sehingga dengan demikian terjadi ikatan kuat diantara sesama muslim, bukankah Rosulullah SAW menyuruh kita mengenal saudara kita 40 rumah disamping kiri-kanan kita, dan 40 rumah didepan dan dibelakang rumah kita. Kalau sikap kita seperti ikhwan tersebut bagaimana bisa terwujud sebuah ikatan silahturahim yang kuat diantara sesama muslim, wong selasai sholat kita saling acuh. Diakhir sholat juga kita selalu mengucapkan salam ke kiri dan ke kanan yang berarti kita mendo'akan seluruh saudara kita yang berada di sebelah kanan dan kiri kita. Tetapi untuk apa itu kita lakukan kalau setelahnya kita acuh pada saudara disekitar kita. Sama hal jika kita memberikan sesuatu tetapi setelah itu kita acuhkan dia, saat ia mengucapkan terima kasih kita tak menghiraukannya dan bersikap cuek,tentunya pemberian itu tak lagi berharga bahkan sia-sia.


NB:
Yaaa.... semoga saja apa yang gwe lihat dan yang ada difikiran gwe hanyalah kebutaan diri gwe tentang ikhwan tersebut.





Thursday, September 16, 2004

sinetron, kamus kekejaman gaya baru

"Televisi"..begitu lekat menyatu dengan kehidupan masyarakat kita. Begitu banyak acara disajikan untuk menghibur. Dari acara berita, kuis, demo masak, hingga berbagai macam sinetron. Dan belakangan ini acara yang begitu banyak mengisi setiap stasiun televisi yang ada di negara kita adalah sinetron. Acara ini mungkin yang paling digemari oleh banyak pemirsa televisi dari anak-anak hingga orang tua. Tapi acara yang justru paling banyak ditonton ini justru jarang sekali mengandung pesan-pesan moral. Bahkan belakangan gwe perhatikan malah semakin banyak memperlihatkan perlakuan-perlakuan kasar atau keji dan tak bermoral. Entah apa maksud dari para produsen sinetron di negara kita dengan semakin memperbanyak sinetron yang bertemakan kekejaman terhadap orang lain.

Sinetron sekarang sudah seperti sebuah kamus yang berisikan berbagai macam tindakan keji dan tak bermoral. Ini jalas nantinya akan berpengaruh buruk bagi perkembangan akhlak dan moral masyarakat kita, terutama bagi anak-anak. Memang sich disetiap acara televisi biasanya diterakan tanda bagi penonton yang memberitahukan apakah acara tersebut untuk segala usia, untuk dewasa, atau untuk anak-anak, perlu atau tidak bimbingan dari urang tua. Perlu kita ketahui walaupun sudah dijelaskan bahwa ketika menonton acara tersebut nantinya perlu bimbingan dari orang tua, tapi apakah setiap orang tua juga nantinya akan mengarahkan anaknya ketika menonton acara yang didalamnya memprlihatkan tindakan-tindakan kejam. Sedangkan dari pengamatan gwe banyak sekali anak-anak yang ketika menonton acara seperti itu tanpa didampingi orang tua mereka, kalaupun ada orang tua mereka hanya bersifat menemaninya menonton bukan sebagai pembimbing. Memang kalau kita perhatikan jelas itu merupakan kelalian orang tua si anak. Tapi sadarkah kita bahwa tindakan-tindakan keji dan tak bermoral yang diperlihatkan dalam adegan sinetron tersebut juga sudah diluar batas. Banyak sekali contoh-contoh penyiksaan gaya baru yang mungkin dulu orang tak pernah berpikir, kalau ada orang yang setega itu melakukannya. Salah satu contoh saja, di salah satu sinetron malah ada sosok seorang anak SD yang mampu melakukan tindakan kejam yang kalau kita pikir tidak mungkin anak seumur itu mampu melakukannya, jangankan melakukannya memikirkannyapun mereka tak mungkin bisa.

Jelas sekali ini membuat sinetron menjadi seperti sebuah kamus baru bagi tindakan-tindakan keji dan tak bermoral yang dapat membuat anak-anak nantinya memiliki perangai yang kasar. Karena tanpa sadar tindakan-tindakan kejam yang mereka tonton tersebut terekam dalam memori mereka dan menjadikan mereka sosok-sosok orang kejam yang baru. Dan menambah deretan pelaku kejahatan di lingkungan masyarakat kita.

Friday, September 10, 2004

intelek, apa in-tele'

Beberapa hari yang lalu gwe melihat berita tentang tawuran antar mahasiswa di daerah salemba. Melihat kejadian itu gwe jadi malu en ga' habis fikir,bagaimana bisa kaum intelek yang dulu menggembor-gemborkan reformasi sekarang bertingkah seperti anak-anak sekolah tingkat STM,pada hal anak STM yang dulu sering tawuran perlahan sudah mulai berkurang. Mereka bukan hanya saling adu fisik tapi juga sudah melakukan tindakan yang meresahkan dan merugikan orang lain. Entah dimana otak para kaum yang dikatakan intelek ini? apa mereka memang sudah ga ada kerjaan lagi setelah melakukan reformasi?

Dulu mereka berteriak-teriak agar pamerintahan bersih dari pejabat-pejabat tak bermoral kini mereka dengan jelas-jelas sudah melakukan tindakan tak bermoral. Tingkah laku mereka seolah cerminan dari masa muda yang liar yang tak pernah mengenal pendidikan. Apa jadinya jika orang-orang ini kelak duduk dipemerintahan? mungkin yang terjadi adalah terbentuknya kabinet anarkis.Dan mungkin saat ini orang-orang seperti mereka sudah tak pantas disebut kaum intelek tapi berubah menjadi kaum in-tele'(bahasa jawa),karena memang saat ini apa yang keluar dari mulut dan sikap mereka tak jauh tak berharga seperti tele'.





Tuesday, September 07, 2004

keindahan ciptaan Allah


Ini adalah salah satu bukti keindahan ciptaan Allah SWT yang bisa kita saksikan. Betapa Jagad Raya ini dipenuhi dengan keindahan-keindahan tersembunyi yang tak bisa kita lihat secara langsung. Hanya dengan izinNya ilmu pengetahuan manusia dapat menjangkaunya. Maka perhatikanlah ayat-ayat Allah yang tersirat dan tersurat.

Segala puji bagi Allah, pencipta dan penguasa segala yang ada di dunia

Monday, September 06, 2004

super p'de

Sabtu kemarin tanggal 04 September 2004 gwe test psycologi en test bebas narkoba buat masuk sebuah pts. Dalam test psycologi tersebut ada pertanyan yang diajukan berhubungan ma lawan jenis. Disitu ditanyakan apakah kamu merasa minder atau ga pede jika berhadapan dengan lawan jenis. Pas lagi test tersebut ada orang yang menurut gwe cukup ganteng tapi dia tuch merasa minder jika berhadapan dengan cewe, gwe juga ga ngarti kenapa dia bisa seminder gitu. Gwe aja yang mungkin ga seganteng dia ga pernah merasa minder ma cewe. Bukannya super p'de tapi gwe berfikir kenapa gwe harus minder?, biarpun ada orang yang lebih ganteng dari gwe cuek aja! toh gwe biar begini gwe tetap ciptaan sempurna seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur'an " Tidaklah ku ciptakan manusia kecuali dalam sebaik-baiknya bentuk ( indah,sempurna )" . Sudah tidak sepantasnya lagi buat kita tuk merasa minder hanya karena tampang kita tidak lebih baik dari orang lain. Kalaupun ada kekurangan pada diri kita jangan itu membuat kita minder, pokoknya prinsip gwe yakin aja!! biar kaya begini juga gwe diciptakan sempurna. Makanya klo kita mo p'de ketika berhadapan dengan orang terutama lawan jenis ingat aja firman Allah tersebut. Insya Allah rasa minder sedikit demi sedikit akan hilang karena kita akan sadar bahwa kita diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk ( penuh dengan pesona dan keindahan).

Allah itu indah dan mencintai keindahan .
( Lihat saja sendiri,semua yang Allah ciptakan penuh dengan keindahan , bukan begitu???????? )

perubahan

Sejak seminggu yang lalu gwe resmi lepas dari titel jomblo. Itu merupakan satu perubahan dalam diri gwe, karena selama ini gwe biasa menjalani hari-hari bersama keluarga en temen, tapi sekarang telah bertambah satu orang yang spesial mengisi lembar hidup gwe. Perubahan yang terjadi bukan hanya itu, gwe yang biasa cuek ma penampilan sekarang sudah mulai tuk sedikit merubahnya menjadi lebih rapi setidaknya ga bikin cewe gwe merasa minder ketika temennya ngeliat gwe. Gwe jadi lebih care, karena memang dia tuh orangnya sangat terbuka, dia selalu bilang terus terang tentang apa aja,ya...soal mantannya, keluarganya...en yang lainnya. Bukan cuma itu, gwe yang tadinya setiap pagi males berangkat kerja sekarang jadi semangat, karena sekarang setiap pagi gwe berangkat kerja sekaligus nganterin die sekolah.

Entah kenapa sejak pacaran gwe ngerasa ada semangat baru. Ada sesuatu yang mendorong gwe tuk berubah. Merubah semua kebiasan gwe, sifat en sikap gwe, pokoknya menjadikan gwe lebih baru. Gwe sich berharap ini bukan cuma letupan semangat sekilas, karena gwe sudah merasa senang ma perubahan yang ada. Semua perubahan yang terjadi tidak berarti diri gwe sekarang bukan diri gwe sebenarnya. Gwe tetap seperti yang dulu dengan semua kegilaannya hanya saja lebih terkontrol. Mungkin inilah sisi positif dari pacaran en semoga aja ga ada sisi negatifnya pada diri gwe nantinya.